Kisah Nyata : Perjuangan Cinta Seorang Istri Sejati

    Author: Agen 703 Genre: »
    Rating

    Buat kalian para Suami, para Istri maupun para calon suami istri, perlu kalian tau bahwa ini adalah salah satu kisah nyata yg pernah dialami seorang insan manusia dalam kehidupan rumah tangganya.
    Saya yakin kalian nanti pasti akan menyesal dan terpaksa membaca ulang dari awal jika melewatkan satu kalimat saja dalam kisah yg fandoy tulis ini.



    Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di suatu desa, yg mana hiduplah disana sepasang suami istri, sebut saja pak Rudi dan bu Sinta.
    pak Rudi adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan bu Sinta adalah anak orang biasa. Namun demikian kedua orang tua pak Rudi, sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, bu Sinta juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi (korban gempa cuy).

    Sekilas orang memandang, mereka adalah pasangan yg sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya, pasangan itu belum lengkap.
    Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun.  Akibatnya pak Rudi putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yg dianggapnya tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sangat sedih dan duka yg mendalam, akhirnya bu Sinta pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.

    Sambil menahan perasaan yg tidak menentu, suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras, sangat tidak setuju, tapi tampaknya keputusan pak Rudi sudah bulat. Dia tetap akan menceraikan bu Sinta.

    Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu.
     Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui pak Rudi

    Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Saya berani sumpah bahwa itu adalah sebuah pesta yg sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yg hadir. pak Rudi nampak tertekan, stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara bu Sinta tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata yg jatuh di pipinya.
    Di sela mabuknya itu tiba-tiba pak Rudi berdiri tegap dan berkata lantang, serta menjanjikan sesuatu kpada bu Sinta,,,


    "Istriku, saat kamu pergi nanti... ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yg kamu suka dan kamu sayangi selama ini..! 

    Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.

    Keesokan harinya, seusai pesta, pak Rudi terbangun dengan kepala yg masih berdenyut-denyut berat. Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yg dikenalnya kecuali satu. Sinta istrinya, yg masih sangat ia cintai, sosok yg telah bertahun-tahun ini menemani hidupnya
    Maka, dia pun lalu bertanya,

    "Ada dimakah aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan...?" 
    bu Sinta pun lalu menatap suaminya dengan penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab dengan tenang,

    "Suamiku... ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu para tetangga. Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yg aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu ketahui, di dunia ini tidak ada satu barangpun yg berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati kecuali kamu. Karena itulah, kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu..!"

    Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, pak Rudi pun lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam. bu Sinta pun hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya. Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya.

    "Maafkan aku istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun..."

    Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing-masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya.
    by: mr.me_onk.       end.


    Tahukah kalian, apa yg dapat kita pelajari dari kisah di atas?
    Kalau menurut mr.Fandoy sih begini, tujuan utama dari sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk menghasilkan keturunan, meski diakui mendapatkan buah hati itu adalah dambaan setiap pasangan suami istri, tapi sebenarnya masih banyak hal-hal lain yg juga perlu diselami dalam hidup berumah-tangga.
    Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali tujuan kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka. Melalui kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yg kita jalani akan menemukan suatu solusi. Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah, sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.

    "Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yg dimiliki, namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yg terdapat dalam keluarga tersebut. Maka jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!"  

    Leave a Reply

    Terima kasih telah bergabung